Angin malam memanggilku,
Di kamar kecil dimana ku titiskan air mata ku,
Indahnya bintang bersinar cerah untukku
dan berkata...
Janganlah bersedih lagi,
Kan ku ubati luka hatimu dengan lembut,
Tidurlah,
Takkan biarkan mu sendiri.
Terlalu pedih mulutku hendak berbicara,
Mataku samar dengan air mata.
Sebelum cinta datang menjemput,
Kan ku terus tersenyum.
Datang pada ku bagai mimpi,
Bintang kecilku tinggi diawana,
Bersinar cerah,
Jatuh pada bahuku,
Dan berkata...
Janganlah bersedih lagi
Genggam tanganku sekuat hatimu,
Izinkan,
Ku peluk mu dengan hangatnya...
Detik-detik dengan mu,
Tertanam di hati ini,
Abadilah kamu disini,
Seperti bintang2 diatas sana,
Ku cintakan kau selamanya...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Hugs
When I was younger, I always felt a tad jealous of siblings or friends who were able to hug their parents freely and at any time. Frankly, ...
-
im tired of listening to this things im tired of being a hypocrite for something i NEED im tired of being the one who's always in the ey...
-
i remembered the 1st day of CTU class here, where our Ustazah told us to jot down our plans from SPM.. this is what i wrote: 17 (2005) Fi...
-
When I was younger, I always felt a tad jealous of siblings or friends who were able to hug their parents freely and at any time. Frankly, ...
No comments:
Post a Comment